Tuesday, December 6, 2022

PERCAKAPAN COACHING ALUR TIRTA

 

KASUS

 

Ada salah satu murid dikelas, setiap saya mengajar dan memberi materi, ada saja yang dia lalukan untuk mengalihkan perhatian saya dan teman-temannya. Sehingga peroses pembelajaran tergangu.

 

 

SKENARIO

 

Coachee

:

Ass, Bu Nesia selamat siang

Coach

:

Wa’alaikum salam,.. Pak Hengki ada apa ya?

Coachee

:

Saya mau bicara dengan ibu Nesia, apakah ibu ada waktu?

Coach

:

Mau bicara apa Pak Hengki dengan senang hati, selalu ada waktu buat pak Hengki,

Coachee

:

Ya bu terimakasih.

 

:

Tujuan

Coach

:

 

Coachee

:

 

Coach

:

Ada apa Pak Hengki, samapai – sampai menemui saya. Apa ada yang bisa saya bantu?

Coachee

:

Ya bu, jadi gini saya ada sedikit permasalahan tentang pembelajaran yang saya hadapi di kelas!

Coach

:

Permasalahan apa Pak Hengki coba jelaskan?

Coachee

:

Saya kewalahan nih menghadapi salah satu murid saya di kelas. Setiap saya sedang mengajar dan memberikan materi, ada saja yang dia lakukan untuk mengalihkan perhatian saya dan teman-temannya. Sehingga peroses pembelajaran terganggu.

Coach

:

Oh jadi itu permasalahannya, baiklah pak Hengki saya akan mencoba membantu bapak dari permaslahan ini!

Coachee

:

Terimaksih bannyak bu Nesia atas bantuannya

Coach

:

Pak Hengki, sekarang maunya bagaimana apa tujuan yang diharapkan dari percakapan kita ini?

Coachee

:

Saya harap ibu bisa membantu saya mengatasi masalah saya, bisa memberikan saran dan solusi dari permasalahan ini.

Coach

:

Baik pak, terus yang pak Hengki harapkan atau inginkan dari percakapan kita ini apa?

Coachee

:

Yang saya mau dan saya harapkan,  setiap saya mengajar murid-murid bisa nyaman, senang dan murid yang selalu mengalihkan perhatian saya dan teman-temannya bisa fokus di setiap mengikuti pembelajaran.

 

:

Identifikasi

Coach

:

Baik Pak Hengki. Apa yang dia lakukan untuk mengalihkan perhatian Bapak dan teman-temannya? Bisa diceritakan?

Coachee

:

Begini bu, saat saya memberi materi murid tersebut, menggangu teman sebangkunya, memanggil teman lain tanpa ada keperluan, melaporkan teman lain denga berdalih berbagai alasan, sebentar-sebentar permisi, memukul meja dan banyak lainnya bu.

Coach

:

Jadi itu yang dia lakukan. Lantas, situasi ideal apa yang pak Hengki inginkan?

Coachee

:

Saya ingin murid saya ini bisa fokus menyimak penjelasan saya pada saat saya mengajar dan kelas yang nyaman.

 

:

Rencana Aksi

Coach

:

Jadi Pak Hengki ingin murid Bapak ini bisa fokus menyimak penjelasan Bapak pada saat Bapak mengajar. Supaya murid Bapak ini bisa fokus menyimak penjelasan Pak Hengki pada saat Bapak mengajar, apa saja yang perlu Bapak lakukan?

Coachee

:

Saya akan merubah gaya, mencari metode-metode dan media pembelajaran yang lebih menarik lagi supaya siswa itu bisa fokus dalam mengikuti pembelajaran yang saya berikan, dan kalua masih belum berhasil,  Kemungkinan saya akan memanggil murid tersebut dan mengajaknya berbicara secara terbuka apa ada alasan tertentu sehingga murid melakukan hal tersebut.

Coach

:

Nah itu sudah bagus pak Hengki, dari pernyataan itu apa saja yang akan bapak siapkan?

Coachee

:

Saya akan membuat media pembelajaran yang menarik berupa video pembelajaran, ppt, dan gaya belajar yang berbede dari sebulumnya saya akam menggunakan proyektor, laptop dan sound system dalam setipa pembelajaran saya

Coach

:

Apa Lagi pak Hengki?

Coachee

:

Kalau murid tersebut masih mengalihkan perhatian saya dan teman-temanya maka saya akan memanggil murid tersebut dan mengajaknya berbicara secara terbuka apa ada alasan tertentu sehingga murid melakukan hal tersebut.

 

:

Tanggung Jawab

Coach

:

Sudah sangat bagus pak Hengki, jadi apa yang akan bapak lakukan setelah ini, kapan pak Hengki akan memulainya?

Coachee

:

Saya akan melakukan kegiatan pembelajaran itu mulai besok bu, hari ini saya akan membuat video pembelaran yang menarik dan dengan gaya atau metode yang berbeda. Semoga murid tersebut ada perubahan. Kalua belum berhasil saya akam melakukan rencana selanjutnya dengan memanggil siswa tersebut saya akan coba sentuh hatinya.

Coach

:

Super sekali Pak Hengki, dari  semua yang pak hengki jelaskan apa indicator keberhasilan bapak dari permasalahan ini?

Coach

:

Super sekali bapak ini saya sangat mendukung Pak Hengki, memang terkadang itu perlu disentuh hatinya, Baik lah pak Hengki semoga rencana bapak berjalan dengan baik dan murid itu bisa mengikuti pembelajaran bapak dengan semangat dan nyaman.

Coachee

:

Terima kasih banyak bu Nesia atas bantuan dan solusinya.

Coach

:

Sama-sama pak Hengki, sudah cukup pak Hegki apa masih ada lagi?

Coachee

:

Tidak ada bu

Coach

:

Bail lah pak Hengki kala tidak ada lagi mari kita pulang.

 

 

Nama              : Hengki Purba

Instansi           : SD Negeri 32 Pagar Alam

CGP                 : Angkatan 6 Kota Pagar Alam

Thursday, December 1, 2022

ALUR TIRTA MODUL 2.3

Alur TIRTA

 

TIRTA dikembangkan dari satu model umum coaching yang dikenal sangat luas dan telah banyak diaplikasikan, yaitu GROW model. GROW adalah kepanjangan dari GoalRealityOptions dan Will.

o    Pada tahapan 1) Goal (Tujuan): coach perlu mengetahui apa tujuan yang hendak dicapai coachee dari sesi coaching ini,

o    2) Reality (Hal-hal yang nyata): proses menggali semua hal yang terjadi pada diri coachee,

o    3) Options (Pilihan): coach membantu coachee dalam memilah dan memilih hasil pemikiran selama sesi yang nantinya akan dijadikan sebuah rancangan aksi.

o    4) Will (Keinginan untuk maju): komitmen coachee dalam membuat sebuah rencana aksi dan menjalankannya.

 

Alur TIRTA

Alur percakapan coaching TIRTA dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang membuat kita memiliki paradigma berpikir, prinsip dan keterampilan coaching untuk memfasilitasi rekan sejawat agar dapat belajar dari situasi yang dihadapi dan membuat keputusan-keputusan bijaksana secara mandiri.   Hal ini penting mengingat tujuan coaching yaitu untuk pengembangan diri dan membangun kemandirian. Melalui alur percakapan coaching TIRTA, kita diharapkan dapat melakukan pendampingan baik kepada rekan sejawat maupun muridnya. 


Dari segi bahasa, TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Jika kita ibaratkan murid kita adalah air, maka biarlah ia merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensinya.

Sebagai seorang coach salah satu peran terpentingnya adalah membantu coachee menyadari potensi yang dimiliki untuk mengembangkan kompetensi dirinya, dan menjadi mandiri melalui pendampingan yang mengedepankan semangat memberdayakan

 

TIRTA (Tujuan)

Tujuan Umum (Tahap awal dimana kedua pihak coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Idealnya tujuan ini datang dari coachee)

Dalam tujuan umum, beberapa hal yang dapat coach rancang (dalam pikiran coach) dan yang dapat ditanyakan kepada coachee diantaranya:

1.     Apa rencana pertemuan ini?

2.     Apa tujuannya?

3.     Apa tujuan dari pertemuan ini?

4.     Apa definisi tujuan akhir yang diketahui?

5.     Apakah ukuran keberhasilan pertemuan ini?

Seorang coach menanyakan kepada coachee tentang sebenarnya tujuan yang ingin diraih

 

TIRTA (Identifikasi)

Identifikasi (Coach melakukan penggalian dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan fakta-fakta yang ada pada saat sesi)

Beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam tahap identifikasi ini diantaranya adalah:

1.     Kesempatan apa yang Bapak/Ibu miliki sekarang?

2.     Dari skala 1 hingga 10, dimana posisi Bapak/Ibu sekarang dalam pencapaian tujuan Anda?

3.     Apa kekuatan Bapak/Ibu dalam mencapai tujuan tersebut?

4.     Peluang/kemungkinan apa yang bisa Bapak/Ibu ambil?

5.     Apa hambatan atau gangguan yang dapat menghalangi Bapak/Ibu dalam meraih tujuan?

6.     Apa solusinya?

 

TIRTA (Rencana Aksi)

Rencana Aksi (Pengembangan ide atau alternatif solusi untuk rencana yang akan dibuat)

1.     Apa rencana Ibu/bapak dalam mencapai tujuan?

2.     Adakah prioritas?

3.     Apa strategi untuk itu?

4.     Bagaimana jangka waktunya?

5.     Apa ukuran keberhasilan rencana aksi Bapak/Ibu?

6.     Bagaimana cara Bapak/Ibu mengantisipasi gangguan?

 

TIRTA (Tanggung Jawab)

Tanggungjawab (Membuat komitmen atas hasil yang dicapai dan untuk langkah selanjutnya)

1.     Apa komitmen Bapak/Ibu terhadap rencana aksi?

2.     Siapa dan apa yang dapat membantu Bapak/Ibu dalam menjaga komitmen?

3.     Bagaimana dengan tindak lanjut dari sesi coaching ini?

 

 

Dengan menjalankan alur TIRTA ini, harapannya seorang kepala sekolah dapat dapat menjalankan percakapan berbasis coaching dengan lebih efektif dan bermakna.

 

MULAI DARI DIRI MODUL 2.3

COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK


Selama menjadi guru, tentu saja pembelajaran yang saya lakukan pernah diobservasi atau disupervisi oleh kepala sekolah. Bagaimana perasaan anda Ketika diobservasi?

jawaban : Perasaan saya ketika disupervisi atau diobservasi yaitu sedikit gugup, tetapi lebih ke arah senang. Dengan disupervisi, membantu saya meningkatkan kinerja saya dengan diberikannya saran dan kritik membangun terkait pengelolaan kelas, penyampaian materi, dan kegiatan yang saya dan murid saya lakukan selama pembelajaran di kelas

Ceritakan pengalaman Anda saat observasi dan pasca kegiatan observasi tersebut.?

Jawaban : Pengalaman saat diobservasi yaitu saya melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah saya susun. Kepala sekolah meneliti dan memeriksa apakah pembelajaran yang saya lakukan sesuai dengan RPP yang saya susun. Kegiatan pasca observasi yaitu kepala sekolah memberikan saran dan kritik yang membangun agar RPP dan pembelajaran yang saya lakukan lebih baik lagi ke depannya.

Menurut Anda, bagaimanakah proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Anda berkembang sebagai seorang pendidik?

Jawaban : Proses supervisi akademik yang ideal yang dapat membantu diri Saya berkembang sebagai seorang pendidik, antara lain: Supervisor bersikap terbuka, memahami kondisi di kelas, dan memberikan evaluasi. Supervisi dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan. Supervisi tidak bertujuan untuk mencari kesalahan, tetapi mampu mengembangkan kreativitas dan memecahkan permasalahan.

Menurut Anda, jika Anda saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi, dimana posisi Anda sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10? Situasi belum ideal 1 dan situasi ideal 10.?

Jawaban : Jika Saya saat ini menjadi seorang kepala sekolah yang perlu melakukan supervisi. Posisi Saya sehubungan dengan gambaran ideal di atas dari skala 1 s/d 10 adalah saya masih berada di posisi 6, karena saya belum berpengalaman melakukan kegiatan supervisi. Saya masih memerlukan bimbingan dan arahan agar dapat melakukan supervisi dengan baik.

Aspek apa saja yang Anda butuhkan untuk dapat mencapai situasi ideal itu?

Jawaban : memahami teknik supervisi yang baik pengetahuan mendalam terkait supervisi bimbingan dan arahan dari kepala sekolah.

 

Harapan reflektif saya adalah :

Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Jawaban : Harapan yang ingin saya lihat pada diri saya sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini adalah saya mampu memahami seluruh materi yang ada di modul 2.3 ini sehingga saya mampu melaksanakan praktik coaching dengan baik. Saya juga berharap dapat melakukan praktik mentoring, konseling, dan fasilitasi di sekolah. Hal ini akan menguatkan peran saya sebagai pemimpin pembelajaran.

2.   Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

     Jawaban : Kegiatan, materi, manfaat yang saya harapkan ada dalam modul ini adalah : Materi yang saya harapkan yaitu modul yang berisi tentang pengetahuan dan pengalaman yang menggambarkan praktik coaching Manfaat yang saya harapkan yaitu modul ini membantu saya memerankan diri sebagai coach bagi murid atau rekan guru. Kegiatan yang saya harapkan di modul ini yaitu praktik kolaborasi coacing supervisi akademik

Entri yang Diunggulkan

LAPORAN LOKAKARYA CGP ANGKATAN 11

  LAPORAN LOKAKARYA 4     PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN X I KOTA PAGAR ALAM            ...